Pada MotoGP 2017, Ducati mengharapkan keberhasilan Stoner diteruskan oleh Lorenzo. Terlebih, X-Fuera miliki modal mentereng tiga titel juara dunia MotoGP saat di Yamaha. Tetapi, keinginan itu belum juga terealisasi.
Lorenzo masih tetap menyesuaikan dengan motor Desmosedici 2017 serta pada akhirnya finish di tempat ke-7 pada klassemen akhir MotoGP 2017.
Di mata kepala mekanik Ducati, Cristian Gabarini, Lorenzo serta Stoner memanglah berlainan. Gabarini dapat buat perbandingan karna sempat bekerja serupa dengan ke-2 pembalap itu.
" Mereka serupa dalam soal kemampuan. Keduanya memanglah dilahirkan bagi meningkatkan motor, tetapi mereka berlainan dalam soal ciri-khas serta pendekatan, " kata Gabarini, seperti ditulis Bandar Judi Bola, Jumat (22/12/2017).
" Casey adalah pembalap yang memercayakan insting. Dia cuma memerlukan beberapa data bagi mengerti suatu hal, tidak memerlukan banyak lap. Demikian sebaliknya, Jorge tidak sangat memakai insting serta lebih bertumpu pada cara kerja, " sambung dia.
" Diluar itu, Jorge sangat detil, dan begitu sentitif dalam memberi komentar motor, " sambung Gabarini melansir dari Bandar Judi Bola.
Sistem penyesuaian Jorge Lorenzo musim kemarin tidak buat Ducati sangat tersungkur. Tim asal Italia itu terbantu dengan surprise berbentuk tampilan gemilang Andrea Dovizioso. Tetapi, dalam sebagian peluang pejabat Ducati yakini Lorenzo dapat bangkit serta temukan perform paling baik di Ducati pada MotoGP 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar